Senin, 09 Mei 2016

KEBUTUHAN IMUNISASI

A.    PENGERTIAN IMUNISASI
                   Imunisasi ataupun pengebalan adalah suatu usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap suatu penyakit tertentu dengan menyuntikkan vaksin. Vaksin adalah kuman hidup yang dilemahkan / kuman mati / zat yang bila dimasukkan ke tubuh menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.
B.     PENGERTIAN IMUNISASI DASAR
            Imunisasi dasar adalah imunisasi pertama yang diberikan terutama bayi dan anak sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit – penyakit berbahaya.
C.    JENIS JENIS IMUNISASI DASAR
1.      IMUNISASI BCG
·         Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC.
·         Pemberian imunisasi BCG adalah 1 kali dan tidak perlu diulang (boster) karena vaksin BG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkan tinggi terus.
·         Cara pemberian imunisasi BCG adalah melalui intradermal dengan lokasi penyuntikan pada lengan kanan atas (sesuai anjuran WHO) atau penyuntikan pada paha. Dosis  pemberian 0,05 ml.
·         Efek samping imunisasi BCG : umumnya tidak ada
·         Kontra indikasi imunisasi BCG : imunisasi BCG tidak dapat diberikan pada anak yang TB atau menunjukkan uji mantoux positif.
·         Tanda keberhasilan imunisasi BCG adalah timbulnya indurasi (benjolan) kecil dan eritema (merah) didaerah bekas suntikan setelah 1 sampai 2 minggu kemudian berubah menjadi pustula dan pecah menjadi ulkus (luka). Tidak menimbulkan nyeri dan panas. Luka ini akan sembuh sendiri dan meninggalkan tanda parut.



2.      IMUNISASI DPT
·         Imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.
·         Pemberian imunisasi DPT yaitu sebanyak 3 kali pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.
·         Cara pemberian imunisasi DPT : disuntikkan melalui intramuskuler (IM)
·         Efek samping pemberian imunisasi DPT : biasaya hanya demam dan rewel selama 1 – 2 hari, kemerahan, pembengkakan, agak nyeri atau pegal – pgal pada daerah penyuntikan yang akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Bila demam dapat diberi penurun panas (PCT)
·         Kontra indikasi imunisasi DPT : tidak dapat diberikan pada bayi yang sedang demam, mudah kejang, dan menderita infeksi otak.
3.      IMUNISASI POLIO
·         Imunisasi polio adalah imunisasi yang diberikan untuk menimbulkan kekebalan terhadap penyakit poliomielitis, yaitu penyakit radang yang menyerang saraf dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.
·         Waktu pemberian imunisasi polio : bayi berusia 0 – 11 bulan, namun biasanya pemberian vaksi DPT
·         Cara pemberian imunisasi polio : melalui oral/mulut
·         Efek samping pemberian imunisasi polio : hampir tidak ada efek samping hanya sebagian kecil yang mengalami pusing, diare ringan, dan sakit otot, itupun jarang terjadi.
4.      IMUNISASI CAMPAK
·         Imunisasi campak adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit campak pada anak karena penyakit ini sangat menular.
·         Waktu pemberian imunisasi campak : diberikan pada usia bayi 9 bulan dan hanya diberikan 1 kali
·         Cara pemberian imunisasi campak : melalui suntikan subkutan
·         Efek samping pemberian imunisasi campak jarang terjadi reaksi akibat imunisasi, namun kadang terjadi demam ringan dan efek kemerahan/bercak merah pada pipi dibawah telinga pada hari ke 7 – 8 setelah penyuntikan.

·         Kontraindikasi imunasasi campak : infeksi akut yang disertai demam, TBC tanpa pengobatan, dan kekurangan gizi berat.
5.      IMUNISASI HEPATITIS B
·         Imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penykit hepatitis B yaitu penyakit yang dapat merusak hati.
·         Waktu pemberian imunisasi campak : sebaiknya diberikan dalam 12 jam setelah kelahiran dengan syarat kondisi bayi stabil, tidak ada gangguan paru – paru dan jantung, dilanjutkan pada usia 1 bulan dan usia 3 – 6 bulan.
·         Cara pemberian imunisasi campak : melalui suntikan intramuskuler (IM)
·         Efek samping pemberian imunisasi campak : umumnya tidak terjadi, jika pun terjadi namun sangat jarang, berupa nyeri pada tempat penyuntikan atau demam ringan namun akan hilang dalam 2 hari.
D.    JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI DASAR
·         0 – 7 hari : pemberian imunisasi HB 0
·         1 bulan : pemberian imunisasi BCG, Polio 1
·         3 bulan : pemberian imunisasi DPT/HB 1, Polio 2
·         4 bulan : pemberian imunisasi DPT/HB 2, Polio 3
·         4 bulan : pemberian imunisasi DPT/HB 3, Polio 4
·         9 bulan : pemberian imunisasi Campak
E.     PENGERTIAN IMUNISASI ULANG
            Imunasasi dasar disebut juga sebagai imunisasi lanjutan untuk melanjutkan tingkat kekebalan tubuh diatas ambang perlindungan atau untuk memperpanjang masa perlindungan.
F.     JENIS JENIS IMUNISASI ULANG
1.      BCG
·         Imunisasi BCG sebenarnya tidak dianjurkan untuk diulang, dikarenakan manfaatnya diragukan. Mengingat keefektifan perlindungannya hanya 40%. Antibody yang diperoleh dari imunisasi BCG tinggi terus, tak pernah turun seumur hidup.
2.      HEPATITIS B
·         Imunisasi Hepatitis B sama halnya dengan imunisasi BCG yang tidak dianjurkan untuk diulang. Dikarenakan sudah diberikan pada saat bayi.

3.      DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)
·         Imunisasi DPT dianjurkan untuk melakukan pengulangan dan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu usia 18 bulan, 5 tahun dan 10 tahun. Pada saat pengulangan di usia 10 tahun vaksin yang diberi hanya DT ( Difteri, Tetanus) saja.
4.      CAMPAK
·         Imunisasi campak diulang dalam bentuk imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Ulangan pertama diberikan pada rentan usia 15 – 24 bulan, dan ulangan yang kedua saat berusia 4 – 6 tahun. Imunisasi MMR ini berguna untuk melindungi anak dari radang paru (pneumonia), radang otak, infeksi telinga dan kejang – kejang.
5.      POLIO

·         Imunisasi polio dilakukan pengulangan sebanyak dua kali. Pertama dilakukan saat berusia 18 bulan dan kedua pada saat rentang usia 4-6 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar